Kesiapsiagaan dapat terlihat bagaimana warga menampilkan simulasi saat menghadapi warga yang mabuk dan berujung perkelahian. Ada sesuatu unik yang ditampilkan oleh BREM ( Bolo Reptil Madiun ) Kanigoro saat edukasi berbagai jenis ular. Mulai dari ular Tali Wongso atau Cincin Mas dengan bisa menengah , ular hijau ekor merah ( Insul / Truno Bamban ) yang terkenal dengan bisanya yang tinggi, ular Sun Fire gen Phyton sepanjang 3 meter dan ular Pucuk / Ular Daun yang tidak berbisa. Perlu di ketahui bahwa Kelurahan Kanigoro telah dikukuhkan sebagai Kelurahan FPRB ( Forum Pengurangan Resiko Bencana) dan merupakan Base Camp dari BREM dengan Ketua Moch Surawi yang juga merupakan anggota Linmas Kanigoro, dimana sering melaksanan edukasi ular serta me rescue ular sesuai dengan panggilan warga yang membutuhkan.


Simulasi dilanjutkan degan ular jenis Phyton atau Sanca Kembang yang tidak berbisa, baru di rescue oleh BREM sekitar 2 ( dua ) hari yang lalu , jadi masih liar dan ganas. Diperagakan bagaimana jika ular masuk ke rumah warga yang harus di lakukan adalah :
Warga RT 17 Kanigoro menyambut antusias kegiatan tersebut, dan berharap bisa mendapatkan hasil yang terbaik. Hadir dalam acara tersebut BKO Polres Madiun Kota Ibtu Bekti, Kabid Trantibum Sat Pol PP dan Damkar Kota Madiun, Lurah Kanigoro, Ketua LPMK dan Babin Kamtimbmas Kanigoro serta Babinsa Kanigoro .












Hari ini (18/8) dilaksanakan vaksinasi yang ditujukan kepada masyarakat umum di Kelurahan Kanigoro, dimana Kelurahan Kanigoro mendapat jatah vaksin 100 sasaran.



Pemberian vaksin pun dilakukan secara door to door (pintu ke pintu). Hal itu dilakukan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam program vaksinasi Covid-19 yang bertujuan untuk mendukung pembentukan Herd Immunity.
.
.
.
Jangan lupa untuk selalu Disiplin prokes yang akan menyelamatkan diri sendiri, keluarga, dan lingkungan.
‘’Karena pandemi ini semua sendi mengalami kesulitan. Saat ini sudah berjalan pemberdayaan masyarakat untuk menangani Covid-19 melalui kampung tangguh. Ini kita breakdown lagi sampai ke tingkat RT melalui program 1 RT 1 Dapur Umum ini,’’ kata wali kota, Jumat (23/7).



Seperti diketahui, program 1 RT 1 Dapur Umum ini memberdayakan PKL di lingkungan sekitar. Pemerintah hadir dengan memberikan bantuan bahan makanan. PKL dapat mengolah bahan makanan itu untuk dijual kepada warga dengan harga yang lebih murah. Namun, PKL diberikan kewajiban untuk menyediakan makanan bagi warga yang tengah isoman. Partisipasi masyarakat ini diharapkan semakin menumbuhkan kerukunan ke depannya.
‘’Jadi PKL juga terbantu modal usaha, yang isoman juga merasa diperhatikan oleh sesama warganya. Dengan begini, rasa kerukunan itu akan semakin meningkat,’’ jelasnya.
Artinya, mereka yang sedang menjalani isoman tersebut tidak malah dikucilkan. Sebaliknya, warga saling membantu dengan menyediakan makanan. Tidak hanya bagi yang isoman, wali kota sudah menginstruksikan ketua RT untuk menginventarisasi warga yang membutuhkan. Seperti tukang becak atau petugas pengambil sampah. Mereka juga akan mendapatkan makanan gratis dari program 1 RT 1 Dapur Umum tersebut.


‘’Ketua RT sudah saya instruksikan untuk mendata. Kira-kira berapa warganya yang sedang isoman dan berapa yang sekiranya perlu mendapatkan bantuan makanan sehari-hari. Paket bantuannya akan kita tambah sesuai data itu,’’ ungkapnya.
Selain itu, Ketua RT akan mendapatkan droping vitamin dan masker untuk dibagikan kepada warga yang membutuhkan. Mereka yang mulai merasa tidak enak badan bisa langsung mendapatkan vitamin sebagai pencegahan. Begitu juga yang tidak memiliki masker. Pemerintah, kata wali kota, terus menganjurkan pemakaian masker. Itu akan percuma kalau masyarakat tidak memiliki masker.
‘’Silahkan paket bantuan bahan makanan ini dipergunakan untuk modal usaha PKL. Tetapi saya titip yang isoman untuk dimasakkan. Juga warga yang membutuhkan. Jadi pandemi ini justru menambah kekompakan di antara warga. Bukan sebaliknya,’’ pungkasnya. (ws hendro/agi/madiuntoday)
Dilansir dari Madiun Today
]]>





Pemerintah memberlakukan PPKM Mikro untuk mengawasi pengendalian COVID-19 di lingkungan RT/RW. Dalam Inmendagri dijelaskan bahwa berbagai unsur baik aparat maupun mitra kelurahan ikut serta melakukan koordinasi pelaksanaan PPKM di antaranya melibatkan Babinsa, Babinkamtibmas, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, penyuluh, pendamping, tenaga kesehatan, PKK, dan karang taruna.
PPKM Mikro mempunyai empat aspek penting, yakni pencegahan, penanganan, pembinaan, dan pendukung. Aspek pencegahan terdiri dari sosialisasi, penerapan 5 M . Aspek penanganan mengimplementasikan 3T, yaitu testing, tracing, dan treatment. Aspek pembinaan berupa upaya penegakan disiplin dan pemberian sanksi. Aspek pendukung yang terdiri pencatatan dan pelaporan, dukungan komunikasi, serta logistik.
Dalam sambutan Sekretaris Kecamatan Kartoharjo, Sumarno mengatakan ” Kita telah melaksanakan PPKM Jilid 3 , dimana untuk PPKM ini ada beberapa kelonggaran, misalnya untuk jam operasional tempat hiburan malam dari pukul 15.00 WIB sampai dengan pukul 23.00 WIB , pelaksanaan Operasi tetap dilakukan dan diberlakukannya penindakan dengan eksekusi oleh Satpol PP ” ujarnya.

Lebih lanjut Danramil Kartoharjo , Ali Subchan mengatakan ” Warga wajib mematuhi 5 M dan disiplin Prokes dimana peran dari Ketua RT harus bisa melakukan pembinaan dan pendekatan kepada masyarakat” . ” Ketua RT adalah tokoh di masyarakat yang menjadi panutan dan dapat menjadi teladan di masyarakat ” ujarnya
Dalam sambutannya, Kapolsek Kartoharjo, Lilik Sulastri mengucapkan terima kasih atas dibentuknya dan di resmikannya Kampung Tangguh PPKM Mikro di Kelurahan Kanigoro , serta Kampung Tangguh di RW VII yang juga telah melakukan fungsinya.
]]>Dalam rangka pengendalian penyebaran Virus Corona dimana perlu untuk mengomtimalkan Kampung Tangguh Semeru PPKM MIKO sampai tingkat RT dan RW sesuai instruksi Walikota Madiun nomor 4 tahun 2021.
Hari ini diresmikan PPKM MIKRO Kampung Tangguh Semeru oleh Bapak Walikota Madiun dihadiri oleh Forkopimda Kota Madiun.
PPKM Mikro Kampung Tangguh Semeru Kanigoro terdiri dari RW XI terdiri dari 4 ( empat ) RT yaitu RT 43, 44, 45 dan 46, untuk RW XII terdiri dari 3 ( tiga ) RT yaitu RT 47,48, 49 ,
PPKM mikro Kampung Tangguh Semeru RW XI dan RW XII memunyai 4 ( empat ) fungsi yaitu :
PENCEGAHAN
PENANGANAN
PEMBINAAN
PENDUKUNG PELAKSANAAN
Fungsi PENCEGAHAN yaitu melakukan pencegahan Virus dengan sering melalukan sosialisasi dan menghimabau kepada masyarakat untuk mematuhi 5 M, Yaitu memakai masker,mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan mengurangi mobilitis. Sosialisasi dilakukan dari Ketua RT kepada masyarakat.
Fungsi PENANGANAN dimana KAMPUNG TANGGUH SEMERU PPKM MIKRO RW 11 dan 12 dilingkungan terdapat 10 dokter baik dokter umum dan spesialis. KTS PPKM MIKRO juga mempunyai mobil siaga. Lingkungan KTS rutin disemprot disifektan oleh Dinas Perkim 2 ( dua ) kali semimggu.
Fungsi PEMBINAAN bersama 3 ( tiga ) pilar sering melalkukan pembonaan ProtokolKesehatan( PROKES ) dengan melakukan Operasi Yustisi di Kafe yang terdapat di lingkungan RW XI
PENDUKUNG PELAKSANAAN , yatu untuk meningkatkan imun rutin melaksanakan SENAM LANSIA di POSKO PPKM MIKRO RW XII tiap hari Senin, Rabu dan Jumat .
Mengoptimal kan Portal one gate dengan pengecekan suhu , serta penagamanan CCTV di lingkungan .
Semoga dengan KTS PPKM Mikro bisa mengendalikan penyebaran virus Corona






Rutin penyemprotan dilakukan 2 ( kali ) seminggu bersama TIM dari Dinas Perkim Kota Madiun, utamanya kepada lingkungan yang terdapat warga isolasi mandiri, atau terdapat warga dengan kasus terkonfirmasi.


